Kamis, 26 Februari 2015

My Story....


Hai Readers aku ada satu CERPEN nih buat kalian, semoga aja kalian seneng bacanya trus dapet pelajaran juga dari CERPEN ku ini... ^_^ Thanks..

minta Coment nya ya~


                                                                       PELANGI...
                                                            {Little girl withaout Foot}




  Di sebuah kota kecil,yang berbeda dari kota-kota biasanya di mana di kota itu udara nya masih terjaga,tentram dan aman.Hidup seorang gadis Bernama “pelangi” nama yang indah dan mungkin jarang untuk di temui.  Pelangi selalu berfikir,apa maksud kedua orang tua nya memberi nama nya Pelangi? Bukan nya dia tak suka atau tak menerimanya,namun dia hanya malu bila sedang berada di depan Umum banyak orang yang menertawakan nya,karena nama nya itu…..”aku bingung apa yang salah dari nama ku itu?,apa nama ku itu menggangu mereka?” pertanyaan itu selalu ada di benak Pelangi.

 Ditambah lagi dengan fisik nya,ya dia hidup di kursi roda melakukan setiap kegiatan nya di kursi roda,”apa mungkin setiap orang yang ku temui menertawakan ku karena aku duduk di kursi roda? Karena aku cacat?” Tanya Pelangi lagi. Yang pasti dia tak pernah mau menghiraukan semua perkataan orang-orang itu.  Berjalan nya waktu Pelangi pasti akan tumbuh,sampai pada suatu saat dia akan tamat sekolah SD yang pastinya dia akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu SMP, namun Pelangi berfikir “apa iya? Semua teman-teman ku di SMP nanti dapat menerima ku dengan baik? Seperti teman-teman SD ku?” benak Pelangi terus bertanya,dia takut teman-teman baru nya di SMP nya nanti tak sebaik teman-teman SD nya. 


Hari pertama masuk sekolah pun di mulai,semua anak bergembira kecuali Pelangi dia masih menatap gerbang sekolah nya lewat jendela mobil nya,ayah nya hanya tersenyum melihat putri nya itu lalu berkata “ayolah nak,biar ayah membantu mu tururn yah” kata ayahnya sambil tersenyum,” entahlah yah,rasanya aku malas untuk sekolah aku tak yakin untuk bersekolah di sini lihat mereka! Mereka normal me…me..mereka berbeda seperti ku,lihat aku ayah! Berjalan saja harus dengan kursi roda semua nya harus ku lakukan dengen kursi aneh ini!!!” kata Pelangi sambil terisak,air mata nya mulai keluar dari dua buah mata indah nya,dia marah dia kesal dia merasa dia berbeda, ayah nya hanya menatap wajah putri nya itu sambil di dalam hatinya menangis. “kenapa yah? Kenapa aku di lahirkan untuk CACAT!!!! Kenapa! Aku juga ingin berjalan dan menggunakan sepatu 2 pasang bukan hanya satu! Aku manusia ayahhh,aku manusia! Aku bukan monster!!!” kata Pelangi lagi dengan wajah yang mulai penuh oleh air mata.   “sudahlah nak,apa dengan menangis kaki mu akan tumbuh? Ini takdir nak dan kau tak boleh meyesalinya,kau justru harus mensyukurinya dan menjadikan nya sebagai sumber semangat mu nak” jawab sang ayah penuh perasaan sambil memeluk putri nya itu.Pelangi mulai berhenti menangis dan mencoba untuk tersenyum kembali,semangat nya mulai tumbuh lagi dan akhirnya ia mau untuk bersekolah.  Perlahan ayah nya membuka pintu mobil,membantu putrinya itu untuk turunPelangi sedikit gugup,menatap gerbang sekolah baru nya dan melihat orang-orang di sekitar nya yang perlahan mulai memperhatikan nya,”ayah?” seru Pelangi sambil melihat ayah nya…ia tak yakin namun,” sudahlah nak,kau harus yakin ! ayah yakin pasti banyak orang yang bisa menerima mu dengan baik di sini” kata ayah nya sambil perlahan mendorong kursi roda sang anak.   Pelangi hanya bisa menundukkan kepala nya,karna semakin ia masuk ke dalam sekolah nya semakin banyak siswa-siswi yang memperhatikan nya bahkan ia mendengar seorang siswi mengatai nya “lihat anak itu! Hahahaa,kemana kaki nya yang satu lagi?” dan jawaban teman nya “hahaha mungkin tertinggal di rumah nya,hahaha”. Mereka tertawa dengan puas tanpa merasa bersalah dan merasakan apa yang di rasakan oleh nya saat itu.Pelangi terus menahan rasa malu nya,dan terus bertanya dalam benak nya “apakah benar? Ada orang yang mau menerima ku di sini? Yang mau berteman dengan anak cacat sepertiku?”  Ayah nya juga tau apa yang di rasakan oleh putri nya itu,memang pelangi di lahirkan tidak sempurna,tanpa kaki kiri nya berbeda dengan kakak nya yang normal. Pelangi sebenarnya iri dengan fisik sang kakak yang sangat sempurna, dia cantik, tubuhnya indah dan bisa selalu memakai 2 pasang sepatu kesayangan nya. 


  Hari demi hari berlalu, Pelangi mulai menikmati sekolah nya itu ya walaupun ejekan dan celaan terus saja menghujangnya namun ada seorang siswi yang sangat baik dan mau berteman dengan orang sepertinya, entah tebuat dari apa hati orang itu sampai mau berteman dengan nya, namanya Sabriella panggil saja namanya bella, dia cantik dan sempurna hati nya bagai kan berlian. Dia tak pernah memandang kekurangan Pelangi yang ada hanyalah kasih sayang,dan persahabatan.   Pelangi bersyukur bisa mempunyai sahabat sebaik Bella, sahabat nya itu selalu membela nya dan meneima nya dengan baik, tak pernah sedikit pun hati pelangi terluka karena nya.  “Tuhan…aku bersyukur pada mu kau telah memberikan malaikat seperti bella untuk menjadi penyemangat hidup ku, aku tak tau sampai kapan dia masih bisa berada di sampingku? Namun yang pasti aku bahagia bisa berada di dekatnya” kata-kata itulah yang kini muncul di benak Pelangi.  Perlahan Pelangi mulai tau apa makna dari nama nya itu, almarhumah ibunya pernah berkata  pada ayahnya, saat ajal mulai menjeputnya saat ibunya kritis setelah  melahirkan nya“ aku beri namanya “PELANGI” aku tau dia tak sempurna, namun ku harap karena kekurangan nya itu ia bisa memberi warna-warna indah nan cerah kepada setiap orang dan Keluarga kita” itulah kata-kata terakhir ibu pada ayah, yang akhirnya ayah sampaikan pada ku.

 

  Sekarang pelangi mengerti, dia mulai sadar untuk apa dia terus menerus merasa malu,berbeda,dan tak punya semangat, sedangkan masih ada orang yang mau mengerti dirinya dan menyayanginya seperti sahabat nya dan tentunya keluarganya terutama ayahnya tercinta yang sudah mau menggantikan posisi Ibunya, baginya ayah adalah segalanya “Ibu, maafkan sikap pelangi…pelangi berjanji akan menjadi apa yang di harapkan ibu, semoga ibu bahagia di sana do’a pelangi selalu menyertai mu ibu…” Pelangi ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar