Hai Readers aku ada satu CERPEN nih buat kalian, semoga aja kalian seneng bacanya trus dapet pelajaran juga dari CERPEN ku ini... ^_^ Thanks..
minta Coment nya ya~
PELANGI...
{Little girl withaout Foot}
Di sebuah kota kecil,yang berbeda dari
kota-kota biasanya di mana di kota itu udara nya masih terjaga,tentram dan
aman.Hidup seorang gadis Bernama “pelangi” nama yang indah dan mungkin jarang
untuk di temui. Pelangi selalu berfikir,apa maksud kedua
orang tua nya memberi nama nya Pelangi? Bukan nya dia tak suka atau tak
menerimanya,namun dia hanya malu bila sedang berada di depan Umum banyak orang
yang menertawakan nya,karena nama nya itu…..”aku bingung apa yang salah dari
nama ku itu?,apa nama ku itu menggangu mereka?” pertanyaan itu selalu ada di
benak Pelangi.
Ditambah lagi dengan fisik nya,ya dia hidup di
kursi roda melakukan setiap kegiatan nya di kursi roda,”apa mungkin setiap orang
yang ku temui menertawakan ku karena aku duduk di kursi roda? Karena aku cacat?”
Tanya Pelangi lagi. Yang pasti dia tak pernah mau menghiraukan semua perkataan
orang-orang itu. Berjalan nya waktu Pelangi pasti akan
tumbuh,sampai pada suatu saat dia akan tamat sekolah SD yang pastinya dia akan
melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu SMP, namun Pelangi berfikir “apa iya?
Semua teman-teman ku di SMP nanti dapat menerima ku dengan baik? Seperti
teman-teman SD ku?” benak Pelangi terus bertanya,dia takut teman-teman baru nya
di SMP nya nanti tak sebaik teman-teman SD nya.
Hari pertama masuk sekolah pun di mulai,semua
anak bergembira kecuali Pelangi dia masih menatap gerbang sekolah nya lewat
jendela mobil nya,ayah nya hanya tersenyum melihat putri nya itu lalu berkata “ayolah
nak,biar ayah membantu mu tururn yah” kata ayahnya sambil tersenyum,” entahlah
yah,rasanya aku malas untuk sekolah aku tak yakin untuk bersekolah di sini
lihat mereka! Mereka normal me…me..mereka berbeda seperti ku,lihat aku ayah!
Berjalan saja harus dengan kursi roda semua nya harus ku lakukan dengen kursi
aneh ini!!!” kata Pelangi sambil terisak,air mata nya mulai keluar dari dua
buah mata indah nya,dia marah dia kesal dia merasa dia berbeda, ayah nya hanya
menatap wajah putri nya itu sambil di dalam hatinya menangis. “kenapa yah?
Kenapa aku di lahirkan untuk CACAT!!!! Kenapa! Aku juga ingin berjalan dan
menggunakan sepatu 2 pasang bukan hanya satu! Aku manusia ayahhh,aku manusia!
Aku bukan monster!!!” kata Pelangi lagi dengan wajah yang mulai penuh oleh air
mata. “sudahlah nak,apa dengan menangis kaki mu
akan tumbuh? Ini takdir nak dan kau tak boleh meyesalinya,kau justru harus
mensyukurinya dan menjadikan nya sebagai sumber semangat mu nak” jawab sang
ayah penuh perasaan sambil memeluk putri nya itu.Pelangi
mulai berhenti menangis dan mencoba untuk tersenyum kembali,semangat nya mulai
tumbuh lagi dan akhirnya ia mau untuk bersekolah. Perlahan ayah nya membuka pintu
mobil,membantu putrinya itu untuk turunPelangi
sedikit gugup,menatap gerbang sekolah baru nya dan melihat orang-orang di
sekitar nya yang perlahan mulai memperhatikan nya,”ayah?” seru Pelangi sambil
melihat ayah nya…ia tak yakin namun,” sudahlah nak,kau harus yakin ! ayah yakin
pasti banyak orang yang bisa menerima mu dengan baik di sini” kata ayah nya
sambil perlahan mendorong kursi roda sang anak. Pelangi hanya bisa menundukkan kepala
nya,karna semakin ia masuk ke dalam sekolah nya semakin banyak siswa-siswi yang
memperhatikan nya bahkan ia mendengar seorang siswi mengatai nya “lihat anak
itu! Hahahaa,kemana kaki nya yang satu lagi?” dan jawaban teman nya “hahaha
mungkin tertinggal di rumah nya,hahaha”. Mereka tertawa dengan puas tanpa
merasa bersalah dan merasakan apa yang di rasakan oleh nya saat itu.Pelangi terus
menahan rasa malu nya,dan terus bertanya dalam benak nya “apakah benar? Ada
orang yang mau menerima ku di sini? Yang mau berteman dengan anak cacat
sepertiku?” Ayah nya juga tau apa yang di rasakan oleh
putri nya itu,memang pelangi di lahirkan tidak sempurna,tanpa kaki kiri nya
berbeda dengan kakak nya yang normal. Pelangi sebenarnya iri dengan fisik sang
kakak yang sangat sempurna, dia cantik, tubuhnya indah dan bisa selalu memakai
2 pasang sepatu kesayangan nya.
Hari demi hari berlalu, Pelangi mulai
menikmati sekolah nya itu ya walaupun ejekan dan celaan terus saja menghujangnya
namun ada seorang siswi yang sangat baik dan mau berteman dengan orang
sepertinya, entah tebuat dari apa hati orang itu sampai mau berteman dengan
nya, namanya Sabriella panggil saja namanya bella, dia cantik dan sempurna hati
nya bagai kan berlian. Dia tak pernah memandang kekurangan Pelangi yang ada
hanyalah kasih sayang,dan persahabatan. Pelangi bersyukur bisa mempunyai sahabat
sebaik Bella, sahabat nya itu selalu membela nya dan meneima nya dengan baik,
tak pernah sedikit pun hati pelangi terluka karena nya. “Tuhan…aku bersyukur pada mu kau telah
memberikan malaikat seperti bella untuk menjadi penyemangat hidup ku, aku tak
tau sampai kapan dia masih bisa berada di sampingku? Namun yang pasti aku
bahagia bisa berada di dekatnya” kata-kata itulah yang kini muncul di benak
Pelangi. Perlahan Pelangi mulai tau apa makna dari
nama nya itu, almarhumah ibunya pernah berkata
pada ayahnya, saat ajal mulai menjeputnya saat ibunya kritis
setelah melahirkan nya“ aku beri
namanya “PELANGI” aku tau dia tak sempurna, namun ku harap karena kekurangan
nya itu ia bisa memberi warna-warna indah nan cerah kepada setiap orang dan
Keluarga kita” itulah kata-kata terakhir ibu pada ayah, yang akhirnya ayah
sampaikan pada ku.
Sekarang pelangi mengerti, dia mulai sadar
untuk apa dia terus menerus merasa malu,berbeda,dan tak punya semangat,
sedangkan masih ada orang yang mau mengerti dirinya dan menyayanginya seperti
sahabat nya dan tentunya keluarganya terutama ayahnya tercinta yang sudah mau
menggantikan posisi Ibunya, baginya ayah adalah segalanya “Ibu, maafkan sikap
pelangi…pelangi berjanji akan menjadi apa yang di harapkan ibu, semoga ibu
bahagia di sana do’a pelangi selalu menyertai mu ibu…” Pelangi ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar